11 Amalan Sunah Bulan Puasa Ramadhan Yang Dicontohkan Rasul SAW

Gambar
11 Amalan Sunah Bulan Puasa Ramadhan Yang Dicontohkan Rasul SAW — Bulan Ramadhan bagi umat muslim seluruh dunia merupakan bulan penuh berkah, hikmah dan ampunan, karena berbagai amal perbuatan dapat menjadi pahala yang berkali lipat.  Maka dari itu, merupakan hal yang sia-sia jika pada kesempatan bulan Ramadhan ini kita tidak berlomba-lomba mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Umur seseorang hanya Allah SWT yang mengetahuinya, selagi kita masih bertemu bulan Ramadhan bulan seribu bulan ini, sangat beruntung bagi umat muslim yang mau menjalankan sunah-sunah demi mengejar pahala. Nabi besar kita, Muhammad SAW telah mencontohkan kepada umat amalan sunah-sunah yang dapat dilakukan pada bulan suci Ramadhan. Jadi apalagi yang kita tunggu? Berikut ini beberapa sunah ibadah sesuai sunnah Rasul SAW. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah (2): 183] Berikut ini adalah amalan-amalan yang dianjur...

Menelan Sperma (mani).... Bolehkah?

Menelan Sperma (mani).... Bolehkah?
Ilustrasi

Sperma ternyata mengandung komposisi kimia yang sangat berguna bagi tubuh. Bahkan pernah ada mitos dikalangan wanita bahwa dengan menelan sperma dapat menghaluskan kulit dan bikin awet muda. Benarkah mitos tersebut?

Kalau melihat dari komposisi kimia yang terdapat dalam sperma, sepertinya mitos tersebut dapat dibenarkan. Tetapi para ahli dibidang ini tidak pernah membenarkan. tapi juga tidak pernah menyalahkan mitos tersebut secara ilmiah. Mereka hanya mengatakan tidak apa tertelan asal dari sperma yang sehat dan tidak tertular penyakit.

Pertanyaan :

Namun Bagaimanakah hukumnya menelan Sperma menurut fiqh syafi'ah?

Jawabannya:

Tidak boleh, walaupun ia termasuk benda suci, karena ia termasuk barang yang menjijikkan.

Referensi :

Syarqawy `ala tahrir jilid 1hal 114 cet. Haramain

(قوله ما يستقذر ) اى ولو طاهرا كبصاق ومنى ومخاط ويحرم اكل ذلك بعد ان يخرج من معدنه الا لنحو صلاحه كالاعتقاد فاذا اكل بصاق الانسان ومخاطه لنحو صلاحه جاز . اما ما دام فى معدنه فيجوز لصاحبه ابتلاعه
قوله مستقذر الخ )...... بل لا ستقدار ه كمخاط ومنى وغيرهما من المستقذرات بناء على حرمة اكلها وهو الاصح

Majmuk Syarah Muhazzab jilid 2 hal 556 Cet. Dar Kutub Ilmiyah

هل يحل اكل المنى الطاهر فيه وجهان الصحيح المشهور أنه لا يحل لانه مستخبث قال الله تعالي (ويحرم عليهم الخبائث) والثانى يجوز وهو قول الشيخ أبي زيد المروزى لانه طاهر لا ضرر فيه وسنبسط الكلام فيه وفى المخاط واشباهه في كتاب الاطعمة ان شاء الله تعالي

Fathul Jawad Syarah Al Irsyad jild 3 hal 452 Cet. Dar Kutub Ilmiyah


(و) لا (قذر) فالمستقذر اصالة كمنى ومخاط ودمع وعرق حرام لأنه خبيث بخلاف القدر لعارض كماء غسل الايدى عقب الاكل 
واللحم المنتن
Sumber: https://dalwadakwah.blogspot.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini