11 Amalan Sunah Bulan Puasa Ramadhan Yang Dicontohkan Rasul SAW

Gambar
11 Amalan Sunah Bulan Puasa Ramadhan Yang Dicontohkan Rasul SAW — Bulan Ramadhan bagi umat muslim seluruh dunia merupakan bulan penuh berkah, hikmah dan ampunan, karena berbagai amal perbuatan dapat menjadi pahala yang berkali lipat.  Maka dari itu, merupakan hal yang sia-sia jika pada kesempatan bulan Ramadhan ini kita tidak berlomba-lomba mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Umur seseorang hanya Allah SWT yang mengetahuinya, selagi kita masih bertemu bulan Ramadhan bulan seribu bulan ini, sangat beruntung bagi umat muslim yang mau menjalankan sunah-sunah demi mengejar pahala. Nabi besar kita, Muhammad SAW telah mencontohkan kepada umat amalan sunah-sunah yang dapat dilakukan pada bulan suci Ramadhan. Jadi apalagi yang kita tunggu? Berikut ini beberapa sunah ibadah sesuai sunnah Rasul SAW. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah (2): 183] Berikut ini adalah amalan-amalan yang dianjur...

Mengetahui Urgensi ilmu Syari - Agar Semangat Belajar Agama Membara

Salah satu kiat Agar kita Semangat Belajar Agama Membara adalah dengan mengetahui betapa pentingnya menuntut ilmu syar’i. Berikut urgensi-urgensi agar kita semangat di dalam belajar agama, semoga bermanfa’at kawan :) .

Mengetahui Urgensi ilmu Syari - Agar Semangat Belajar Agama Membara


Imam Ahmad bin Hanbal berkata: “Orang-orang lebih butuh kepada ilmu melebihi kebutuhannya akan makanan dan minuman, hal itu karena seseorang butuh makan dan minum mungkin hanya sekali atau dua kali, sedangkan dia butuh kepada ilmu sejumlah detakan nafasnya (maksudnya setiap waktu butuh ilmu syar’i selama dia hidup)”.
Tahdzibu Madarijis-Salikin, Ar-Rasyid 

Perhatikan ucapan Ibnul Qayyim yang memberitahukan tentang pentingnya ilmu syar’i dan kebutuhan manusia terhadapnya.


Beliau berkata: “Manusia berbeda dengan hewan karena keutamaan ilmu dan bayan (penjelasan). Bila tidak, maka yang lainnya seperti binatang melata dan binatang buas lebih banyak makannya daripada manusia lebih kuat tenaganya, lebih banyak jima’ (aktifitas seks) dan anaknya serta lebih panjang umurnya.

Dan yang membedakannya adalah ilmu dan penjelasannya. Apabila tidak ada ilmu, maka yang tersisa adalah apa yang dimiliki bersama (manusia & hewan sama-sama punya) yaitu “sifat kehewanan (yang disebutkan sebelumnya, makan, jima’, umur) saja dan tidak ada manfaat yang tersisa padanya, bahkan bisa lebih jelek dari hewan.
Maksudnya, apabila manusia tidak memiliki sesuatu yang akan memperbaiki 
kehidupannya di dunia dan Akhirat, maka hewan bisa lebih baik darinya. Karena hewan akan selamat pada hari Kiamat dari hal-hal yang membinasakannya (tidak dihisab seperti layaknya manusia), berbeda dengan manusia yang bodoh.” Miftah Darus-Sa`adah, Ibnul Qayyim, 1/78 Semoga Allah merahmati orang yang berkata:
Hendaknya seseorang bersungguh-sungguh dalam menuntu ilmu agar ia tidak menjadi seperti kambing atau lembu
  • Ilmu Syar’i Menjaga dari Kesesatan, Penyelewengan, dan Tindakan Tanpa Ilmu
  • Menuntut Ilmu Syar’i Menjadi Sarana bagi seorang Hamba untuk Cinta Allah
  • Ilmu Syar’i Merupakan Bekal Seorang Da’i
  • Ilmu Syar’i Mendatangkan Keyakinan dan Ketenangan Hati
Dikutip dari Buku “102 Kiat Agar Semangat Belajar Agama Membara“.


Komentar

Postingan populer dari blog ini