Postingan

11 Amalan Sunah Bulan Puasa Ramadhan Yang Dicontohkan Rasul SAW

Gambar
11 Amalan Sunah Bulan Puasa Ramadhan Yang Dicontohkan Rasul SAW — Bulan Ramadhan bagi umat muslim seluruh dunia merupakan bulan penuh berkah, hikmah dan ampunan, karena berbagai amal perbuatan dapat menjadi pahala yang berkali lipat.  Maka dari itu, merupakan hal yang sia-sia jika pada kesempatan bulan Ramadhan ini kita tidak berlomba-lomba mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Umur seseorang hanya Allah SWT yang mengetahuinya, selagi kita masih bertemu bulan Ramadhan bulan seribu bulan ini, sangat beruntung bagi umat muslim yang mau menjalankan sunah-sunah demi mengejar pahala. Nabi besar kita, Muhammad SAW telah mencontohkan kepada umat amalan sunah-sunah yang dapat dilakukan pada bulan suci Ramadhan. Jadi apalagi yang kita tunggu? Berikut ini beberapa sunah ibadah sesuai sunnah Rasul SAW. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah (2): 183] Berikut ini adalah amalan-amalan yang dianjur...

Cerita Tukang Becak, Tukang Bakso, Dan Tukang Kue

Gambar
Kejujuran menjadi barang yang dicari di negeri ini. Tak heran kalau sejumlah kisah kejujuran memberi inspirasi bahwa masih ada orang-orang berhati mulia. Sejumlah pembaca detikcom mengirimkan kisahnya tentang orang-orang jujur, mulai dari tukang becak, tukang kue, hingga tukang bakso. Bagaimana saja kisahnya? Cerita soal tukang becak yang jujur ini disampaikan pembaca detikcom Y Susilo di Yogyakarta. Dalam surat elektroniknya dia bertutur mengenai seorang tukang becak bernama Didit yang biasa mangkal di sebelah timur Pasar Ngasem, Yogyakarta. \\\"Sekitar 3 tahun yang lalu, sekitar jam 07.00 WIB dompet saya jatuh di jalan setelah mengantar anak ke sekolah. Pada saat itu saya mengantar dengan sepeda motor dan memakai celana pendek. Dompet saya masukkan di saku bagian depan celana. Sampai di rumah, saya baru tersadar jika dompet saya jatuh,\\\" cerita Susilo mengawali pengalamannya, Rabu (23\/1\/2013). Susilo tak putus harapan. Dia bergegas, mencari dompetnya yang hilang. Susilo...

Resolusi Jihad Dan Peran Santri Pada Era Kemerdekaan

Gambar
Hari Santri 22 Oktober tahun ini akan diperingati secara istimewa oleh para santri terutama dari kalangan Nahdlatul Ulama.  Mereka menggelar Kirab Resolusi Jihad 2016 dengan menempuh jarak sekitar 2.000 kilometer dari   Banyuwangi   menuju   Jakarta . Santri Memperingati Resolusi Jihad Para peserta kirab adalah perwakilan seluruh lembaga dan badan otonomi di bawah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Mereka berangkat dari Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Banyuwangi, Kamis (14/10) lalu.  Dari Banyuwangi, peserta kirab akan melintasi wilayah Situbondo, Probolinggo,Pasuruan, Malang , Sidoarjo,dan Madura. Kemudian rombongan juga melewati   Surabaya , Mojokerto, Rejoso, Jombang, Kertosono, dan Kediri. Rombongan kirab akan mengikuti puncak peringatan Hari Santri di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu, 22 Oktober. Hari Santri tahun ini merupakan peringatan yang kedua setelah tahun lalu Presiden Joko Widodo menetapkan secara resmi 22 Oktober sebagai Hari ...

Kisah Inspiratif Semangat Nyantri Seorang Pak Tua

Gambar
Lelaki itu sudah punya anak dan cucu. Umurnya sudah sekitar 70 tahun. Juga sudah pernah naik haji. Ia kini berdomisili di salah satu daerah di bilangan Jakarta dan menjadi pemangku sebuah masjid di kampungnya. Lelaki tua tersebut mengaku aslinya berasal dari Ponorogo Jawa Timur, sebelum akhirnya merantau dan sukses di Jakarta. Usia tua tidak menyurutkan dirinya untuk mengamalkan hadits Nabi, "Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat." Sebutlah dia Pak Budi (bukan nama sebenarnya) yang pada bulan Ramadhan tahun 2009 dalam usia setua itu menyempatkan diri mengikuti ngaji pasaran seraya tabarrukan di salah satu pondok pesantren besar di Kediri. Sebelumnya, ia mengaku pernah juga mengikuti ngaji pasaran bulan Ramadhan di sejumlah pondok pesantren khususnya yang berada di wilayah Jawa Timur. Barangkali sebagian orang menganggap hal itu biasa saja. Memang belakangan ini di dunia pendidikan akademik (formal) makin banyak saja dijumpai orang-orang tua mengikuti perkuliahan...

KH. Marzuqi Dahlan - Lirboyo

Gambar
KH. Marzuqi Dahlan (1906-1975) KH. Marzuqi Dahlan lahir tahun 1906 M, di Desa Banjarmelati, sebuah desa di bantaran barat Sungai Brantas, Kota Kediri. Beliau putra bungsu dari empat bersaudara, dari pasangan KH. Dahlan dan Nyai Artimah. Dibawah pengawasan langsung kakeknya (KH. Sholeh Banjarmelati) Gus Zuqi kecil menerima pengajaran dasar-dasar Islam seperti aqidah, tajwid, fiqh, ubudiyah, dll. Pernah satu waktu, sang ayah (Kiai Dahlan) meminta agar Gus Zuqi kembali ke kampung halaman (Pondok Pesantren Jampes) guna menuntut ilmu langsung di bawah asuhan ayah kandung sendiri. Gus Zuqi bersedia, namun beberapa saat kemudian Gus Zuqi kembali ke Banjarmelati. Ketika Gus Zuqi beranjak muda, beliau pindah menuntut ilmu di Lirboyo, dibawah asuhan KH. Abdul Karim yang merupakan paman Gus Zuqi. Disinilah kemampuan berpikir Gus Zuqi semakin terasah, sehingga dalam waktu yang singkat beliau dapat menyerap berbagai ilmu keagamaan. Usai dari di Lirboyo, Gus Zuqi meneruskan pengembaraan di pelbagai ...

KH. Mahrus Aly - Lirboyo

Gambar
KH. Mahrus Aly (1907-1985) KH. Mahrus Aly lahir di dusun Gedongan, kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dari pasangan KH Aly bin Abdul Aziz dan Hasinah binti Kyai Sa’id, tahun 1906 M. Beliau adalah anak bungsu dari sembilan bersaudara. Masa kecil beliau dikenal dengan nama Rusydi dan lebih banyak tinggal di tanah kelahiran. Sifat kepemimpinan beliau sudah nampak saat masih kecil. Sehari-hari beliau menuntut ilmu di surau pesantren milik keluarga. Beliau diasah oleh ayah sendiri, KH Aly dan sang kakak kandung, Kiai Afifi. Saat berusia 18 tahun, beliau melanjutkan pencarian ilmu ke Pesantren Panggung, Tegal, Jawa Tengah, asuhan Kiai Mukhlas, kakak iparnya sendiri. Disinilah kegemaran belajar ilmu Nahwu KH. Mahrus Aly semakin teruji dan mumpuni. Selain itu KH. Mahrus Aly juga belajar silat pada Kiai Balya, ulama jawara pencak silat asal Tegal Gubug, Cirebon. Pada saat mondok di Tegal inilah KH. Mahrus Aly menunaikan ibadah haji pada tahun 1927 M. Di tahun 1929 M, KH. Mah...

KH. Abdul Karim - Lirboyo

Gambar
KH. Abdul Karim (1856-1954) KH. Abdul Karim lahir tahun 1856 M di desa Diyangan, Kawedanan, Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, dari pasangan Kiai Abdur Rahim dan Nyai Salamah. Manab adalah nama kecil beliau dan merupakan putra ketiga dari empat bersaudara. Saat usia 14 tahun, mulailah beliau melanglang buana dalam menimba ilmu agama dan saat itu beliau berangkat bersama sang kakak (Kiai Aliman). Pesantren yang pertama beliau singgahi terletak di desa Babadan, Gurah, Kediri. Kemudian beliau meneruskan pengembaraan ke daerah Cepoko, 20 km arah selatan Nganjuk, di sini kurang lebih selama 6 Tahun. Setalah dirasa cukup beliau meneruskan ke Pesantren Trayang, Bangsri, Kertosono, Nganjuk Jatim, disinilah beliau memperdalam pengkajian ilmu Al-Quran. Lalu beliau melanjutkan pengembaraan ke Pesantren Sono, sebelah timur Sidoarjo, sebuah pesantren yang terkenal dengan ilmu Shorof-nya, 7 tahun lamanya beliau menuntut ilmu di Pesantren ini. Selanjutnya beliau nyantri di Pondok Pesantren Kedungdoro...

Manisnya Premen Masih Terasa Di Lidah

Gambar
Seorang lelaki tua terbaring lemah di sebuah rumah sakit. Seorang pemuda datang menengoknya setiap hari dan menghabiskan waktu berjam-jam bersama lelaki tua itu. Pemuda itu menyuapinya, membersihkan badannya, dan membimbingnya berjalan-jalan di taman, lalu membantunya kembali berbaring. Pemuda itu baru pergi setelah merasa bila lelaki tua itu sudah bisa ditinggal. Suatu ketika perawat yang datang memberi obat dan memeriksa kondisi orang  tua itu berkata, “Bapak punya anak yang berbakti. Setiap hari ia datang untuk mengurus Bapak. Sungguh beruntung ya, Pak.” Lelaki tua itu memandang perawat itu sejenak, lalu memejamkan kedua matanya. Dengan nada sedih, lelaki tua itu berkata, “Saya berangan-angan, seandainya ia adalah salah seorang anak saya. Ia adalah anak yatim yang tinggal di lingkungan tempat tinggal kami. Dulu sekali, saya melihatnya menangis setelah kematian ayahnya. Saya pun menghiburnya, dan membelikan permen untuknya. Setelah itu saya tidak pernah lagi berbincang dengannya....

Postingan populer dari blog ini